Senin, 12 Maret 2012

Pola Kehidupan Di kawasan Tanah Abang

Sejarah Tanah abang Dulu
Jika kita mendengar kata “Tanah Abang” pasti yg terlintas adalah pusat grosir yang besar dan terkenal di Indonesia bahkan dunia. Disana banyak kita lihat orang yg berbelanja pakaian dengan jumlah besar yang kemungkinan akan dijual kembali seusai berbelanja di sana..
Terkenalnya Pasar Tanah Abang tidak hanya di Jakarta, tetapi juga luar kota Jakarta, Luar Pulau Jawa bahkan luar negeri mengenalnya sebagai pusat grosir textile & pakaian di jaman dahulu sampai sekarang. Pasar Tanah Abang dikenal sebagai pasar modern perdagangan tekstil yang paling besar di Indonesia
Sebelum menjadi Pasar Grosir Tanah Abang yang modern, nama Tanah Abang mulai disebut pada abad ke 17, yaitu pada waktu kota Batavia di serang oleh tentara mataram, tahun 1628 tentara matarammengepung Batavia dari seluruh penjuru dan menggunakan Tanah Abangsebagai pangkalan, yang merupakan tanah terbukti dan di sekitarnyabanyak di genangan rawa. Dari tanahnya merah atau Abang dalam bahasa Jawa, maka lahirlah nama Tanah Abang yang berarti Tanah Merah.
Wilayah Tanah Abang pada waktu itu merupakan daerah perkebunan teh,kacang, jahe, melati, sirih, dan lain-lain, yang sampai saat inidijadikan nama suatu pemukiman di Jakarta Pusat.

Pada tanggal 30 Agustus 1735, seorang belanda yang kaya raya bernamaJustinus Vinck mendapat izin dari Gubernur Jenderal Abraham Patrammembangun pasar. Pasar Tanah Abang dan Pasar Senen (dulu bernama Weltervreden), dalam surat izin tersebut Pasar Weltervreden hari pasarnya adalah, hari sabtu . Pasar Senen khususnya menjual sayur-mayur dan pasar Tanah Abang menjual texstil serta klontong.

Pada 1740, setelah 5 tahun berdirinya pasarTanahAbang, pasar itu terbakar seiring dengan pembantaian orang-orang Cina. Pasar kembali dibangun

pada 1881. Saat itu, hari pasar yang semula Sabtu ditambah menjadi Rabu sehingga buka dua kali seminggu. Perbaikan terus dilakukan. Pada 1926, bangunan pasar menjadi tiga los panjang dengan dinding bata dan beratap genteng.
Setelah terjadi kebakaran pada tahun 2003, hampir seluruh kios-kios di pasar Tanah-abang hangus terbakar. Sisa bangunan yang masih berdiri tinggal Blok B, C dan D, sedangkan blok A sudah tidak layak pakai lagi langsung dirobohkan. Kemudian setahun kemudian menyusul Blok B, C, dan D yang pondasinya juga sudah tidak kuat lagi juga di robohkan. Ditempat inilah mulai didirikan Blok A yang selesai pada tahun 2005, dan Blok B yang selesai akhir tahun ini 2010. Pasar Blok A dan B ini sudah merupakan pasar modern yang menyerupai mal mal lain, full AC, parkir luas dan gedung bertingkat tinggi  dengan mengedepankan faktor kenyamanan dan keamanan.

Tahun 2002, terdapat 7.546 buah tempat usaha dengan jumlah pedagang 4.648 orang. Menempati areal 82.386,5 meter persegi, bangunan Pasar Tanah Abang dibagi enam blokA-F

Sumber : Dari Berbagai Sumber

Tanah Abang Saat Ini
sekarang ini Pasar Tanah Abang lebih dikenal sebagai Pusat Grosir selain kain, juga pusat grosir pakaian wanita, pria & anak, grosir busana muslim, grosir baju fashion import & kebaya, grosir sprei, grosir tas wanita, grosir mukena dan masih banyak macam produk lagi.
Perkembangan beberapa tahun ini oleh pemda Jakarta dibangunlah dan di modernisasi Pasar Tanah Abang menjadi gedung perbelanjaan bertingkat yang mewah dan modern serta nyaman yang dilengkapi air conditioner yang menjadikan pelanggan semakin betah berlama-lama belanja di Tanah Abang. Dengan jumlah kios yang lebih dari 10.000 dan suasana gedung Pasar Tanah Abang sudah modern dan nyaman.
Tetapi yang patut di sayangkan, walaupun saat ini pasar tanah abang sangat besar nan mewah, Tetapi masih banyak orang orang yang mungkin terkucilkan, disaat orang orang bergembira berbelanja untuk memenuhi pemuas kebutuhan hidup sehari hari..dia hanya bisa menunggu dan  berharap ada orang yang bersedia memakai jasa tenaganya untuk mengangkat barang belanjaan yg telah di borong.
Pak Hendar,begitu biasa orang memanggilnya..ia bekerja sebagai porter(jasa bawa barang/belanjaan) tidak resmi di daerah pasar tanah abang, biasa dia menunggu orang untuk membawa belanjaan atau pesanan toko ke toko lain di pasar tanah abang Blok A lantai dasar. Setiap hari ia bekerja dengan penuh keihklasan walau dengan saingan saingan porter yang lain.
Sering juga ia mengalah untuk pekerjaan yang akan dia kerjakan, dikarenakan banyak porter resmi yang tidak mau di saingi oleh orang seperti pak hendar ini..
Pada tanggal 8 Maret 2011 saya sengaja menemui bapak Hendar ini untuk saya wawancara tentang kehidupannya menjadi porter di pasar tanah abang Blok A..(basement parkir motor nlok A saat ia istirahat)
Pukul 11.45
Saya (A) : Assalamualaikum pak..
Pak Hendar (B) : waalaikum salam..
A : “Boleh mengobrol sebentar pak?”
B : “owh iya,” ada apa de?”
A : “Saya tidak mengganggu kan?”
B : “Nggak,,santai aja..sedang jam istirahat.”
A : “begini pak, saya minta waktu bapak sebentar untuk saya wawancara..nah hasil wawancaranya saya jadikan untuk tugas kuliah pak.”
B : “owh bgitu iya tidak apa apa. “Mw tanya apa?”
A : “Perkenalkan Saya anggi,”dari bekasi,Nama lengkap bapak siapa :”
B : “owh..jauh juga ya.”.nama saya Herman Suhendar biasa di panggil disini hendar..”
A : ow..sy panggil pak hendar saja..”
A : “owh iya pak..pekerjaan bapak sehari hari di lingkungan tanah abang  ini selain porter apalagi pak?”
B : “enggak de..”Cuma ini yang bapak bisa,untuk keperluan hidup saya dan keluarga.saya juga ingin menjadi porter resmi..tapi sepertinya sulit untuk buat saya..”
A : “owh..memang bedanya apa pak antara porter resmi dan yg nggak sperti bapak?”
B : “kalau porter resmi dia memakai seragam Porter yg di sediakan oleh pihak tanah abang.dan biasanya sudah mendapat bekingan dari toko toko yang memerlukan tenaganya..jadi lebih mudah untuk mendapatkan uangnya..di banding saya, saya hanya menunggu ada orang yang memerlukan saja..”
A :  “owh gitu, apa kalau porter resmi digaji pak?”
B : “iya,selain dapat upah..mereka juga dapat gaji dari pihak tanah abang..berbeda dengan saya,,kalau saya ya hanya bisa mendapatkan upah saja.”
A : “kenapa bapak tidak menjadi porter resmi saja ?”
B : “susah mas..untuk jadi porter resmi harus membayar uang registrasi 400.000..uang dari mana saya.kalau ada mending saya buat keperluan yang lain, terutama keperluan keluarga..tapi saya juga berniat utuk menjadi porter resmi..yah sebisa mungkin saya mengumpulkan uangnya.”
A : “Sudah berapa lama bapak bekerja di sini?”
B : “saya bekerja di sini sudah 2 tahun dari tahun 2010..”
A : “owh apa gag pernah terfikir untuk berpindah profesi..mungkin wirausaha?”
B : “ya pikiran seperti itu ada...tapi ya bagaimana..ujung ujungnya terbentur dengan modal lagi..mana cukup penghasilan saya untuk dijadikan modal, sedangkan keperluan dan kebutuhan keluarga harus tetap berjalan..”
A : “bapak asli orang sini atau dari perantauan?”
B : “saya orang asli tegal mas..tahun 2008 saya mencari untung disini..semoga dapet pekerjaan yang cukup..ternyata susah..kasihan anak dan istri jg..tapi ya mau gimana lagi..saya sudah terlanjur..bingung untuk cari kerja yang lain..toh saya Cuma mantan petani dikampung dan hanya lulusan SMK otomotiv disana..”
A : “Sekarang bapak tinggal dimana?”
B : “Saya tinggal di daerah Slipi..tepatnya deket pasar palmerah..itu juga saya ngontrak mas..perbulannya saya bayar 300.000..”
A : “owh kalo boleh tau..istri bekerja pak?”
B : “iya, jadikuli cuci..ya lumayan untuk tambah tambah penghasilan keluarga dan biaya anak sekolah..”
A : “Anak bapak ada berapa ?”
B : “Alhamdulillah saya baru punya anak 1,laki laki dan sedang sekolah kelas 3 SD.”
A : “maaf pak sekali lagi,,kalo boleh tau..berapa penghasilan bapak tiap hari nya dibandingkan dengan porter yang resmi ?”
B : “tidak menentu mas..terkadang 40,70 bahkan jika ramai ..bisa sampai 120..kalau yang resmi mungkin bisa lebih banyak..karna kebanyakan orang orang lebih percaya kepada yang berseragam..hehe”
A : “hehe...oke pak terimakasih dah memotong waktu istirahatnya..salam untuk keluarga pak.saya ingin lanjut jalan dulu..soalnya temen sudah nunggu di depan..hhe”
B : “kok buru buru ?..yaudah hati hati..”
A : “iya pak terimakasih sebanyak banyaknya sekali lagi..semoga impian bapak tercapai dan Sukses dalam segala hal..amin...”

Begitulah hasil percakapan saya dengan bapak hendar selama kurang lebih 15 menit..
Yang saya tahu..saat orang lain berbahagia untuk memilah milih barang blanjaan yang akan di beli,tetapi lain halnya dengan Bapak Hendar ini..
Semua ia kerjakan hanya untuk membahagiakan dan memenuhi kebutuhan keluarga kecilnya. Smoga suatu saat Impian yang bapak impikan dapat tercapai..amin..

Oleh Anggi Yulianto


Tulisan Ini saya tulis Untuk Menyelesaikan Tugas IBD yang pertama..:D








2 Komentar Pola Kehidupan Di kawasan Tanah Abang

  1. kawan, karena kita sudah mulai memasuki mata kuliah softskill akan lebih baik jika blog ini disisipkan link Universitas Gunadarma yaitu www.gunadarma.ac.id yang merupakan identitas kita sebagai mahasiswa di Universitas Gunadarma juga sebagai salah satu kriteria penilaian mata kuliah soft skill.. terima kasih :)

    BalasHapus

Back To Top